Macam-macam routing & routing protokol

Assalamualaikum Wr.Wb
Sebelumnya perkenalkan nama saya Giantika Leony Hafsari nim 201931168 , pada blog kali ini akan membahas seputar macam macam routing beserta cara kerjanya 

Macam macam routing

 Adapun macam-macam atau jenis routing adalah sebagai berikut.

1. Static routing


Static routing merupakan jenis teknik routing jaringan yang bersifat statis dan berkonfigurasi manual. Routing static umumnya dikelola oleh administrator jaringan dan digunakan dalam skenario di mana parameter jaringan dan lingkungan jaringan tetap konstan/stabil.

Kelebihan routing statis adalah tidak adanya penggunaan bandwidth antar router dan juga memiliki keamanan yang lebih baik karena terpusat pada administrator. Namun, routing statis memiliki kekurangan di bagian administrator manual dan juga kemampuan lebih di bidang topologi jaringan routing.

2. Default routing


Default routing merupakan metode routing yang mengandalkan konfigurasi untuk mengirim semua paket ke satu router. Pengiriman ini tidak bergantung pada jaringan tertentu dan di mana jaringan itu berada. Pengiriman yang fleksibel ini kemudian diteruskan ke router dalam suatu konfigurasi routing default.

Router meneruskan paket menggunakan default routing ketika tidak ada rute khusus yang cocok dengan alamat IP tujuan paket di tabel routing. Default routing tidak spesifik dan digunakan untuk menghubungkan situs ISP (Internet Service Provider) atau situs utama.

3. Dynamic routing

Dynamic routing atau perutean dinamis merupakan penyesuaian otomatis dari rute jaringan dalam tabel routing. Dynamic routing dapat menggunakan protokol tertentu dalam menemukan tujuan jaringan dan rute tertentu untuk mencapai tujuan tersebut.
Protokol dynamic routing memiliki beberapa fitur seperti router harus menjalankan protokol yang sama untuk bertukar rute dan router perlu mengiklankan ke router lainnya jika terjadi perubahan topologi routing. Tabel routing dinamis dapat terbarui secara otomatis dan dapat menggunakan berbagai protokol routing untuk menentukan jalur terpendek dan tercepat. Dynamic routing lebih efektif secara proses, terlebih pada jaringan yang berukuran sedang atau besar.
Secara khusus, dynamic routing merupakan jenis routing yang paling mudah dikonfigurasikan dan lebih efektif dalam memiliki rute terbaik untuk sebuah tujuan jaringan serta dapat menemukan jaringan terluar. Namun, dynamic routing memiliki kelemahan karena lebih boros bandwidth dan kurang aman dibandingkan routing statis.

Jenis algoritma routing

1. Adaptif
Algoritma routing yang satu ini merupakan algoritma yang mengubah keputusan routing setiap kali topologi jaringan atau beban lalu lintas jaringan berubah. Perubahan keputusan routing ini dapat tercermin dalam topologi serta lalu lintas jaringan. Algoritma ini erat hubungannya dengan jenis routing dinamis dan proses optimasi terhadap jumlah dan perkiraan waktu transit.

Algoritma routing adaptif lantas dibagi lagi dalam beberapa jenis sebagai berikut.

Isolated, metode routing jenis ini membuat setiap node mengambil keputusan menggunakan informasi tanpa mencari informasi dari node lain. Node pengirim tidak memiliki informasi tentang status tautan tertentu. 
Centralized, metode routing jenis ini menggunakan simpul terpusat yaitu routing dengan seluruh informasi tentang jaringan dan membuat semua keputusan routing dalam satu waktu. Hal ini tentunya hanya membutuhkan satu node untuk menyimpan informasi dari seluruh jaringan.
Distributed, metode routing adaptif jenis ini dilakukan dengan menerima informasi dari luar node dan kemudian mengambil keputusan tentang paket routing. Metode ini disebut desentralisasi karena dapat menghitung jalur berbiaya paling rendah antara sumber dan tujuan.

2. Non adaptif
Jenis algoritma routing non adaptif merupakan algoritma yang tidak mengubah keputusan routing setelah dipilih. Hal ini membuatnya tidak fleksibel dan lebih bersifat statis. Algoritma routing jenis ini dipilih dalam beberapa klasifikasi seperti,

Flooding, metode algoritma routing jenis ini dilakukan dengan mengadaptasi teknik di mana setiap paket masuk dikirim pada setiap jalur keluar dan paket data dapat berjalan dalam satu lingkaran. Akibatnya, node dalam proses penerimaan paket informasi nantinya dapat terduplikasi.
Random walk, metode algoritma routing jenis ini dikirim langsung secara host to host atau node to node ke salah satu jaringan luar secara acak. Metode ini sangat kuat jika diimplementasikan pada pengiriman paket data ke sebuah tautan dengan antrean minimal.

Cara kerja routing

Tabel routing bertugas mencatat jalur-jalur yang harus diambil paket untuk mencapai setiap tujuan. Dalam proses routing ini perangkat keras router bekerja sebagai gawai aktif yang bekerja dengan cara menerima paket internet, membaca header, memeriksa alamat tujuan, menentukan jalur mana yang harus dilalui, dan ke mana tujuan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.

Proses routing dilakukan dengan tiga jenis routing dan dua jenis algoritma routing. Hal ini dilakukan berdasarkan administrator jaringan secara manual dalam menyiapkan tabel perutean statis. Hal ini pada dasarnya bertugas untuk mengatur rute yang diambil oleh paket data internet di seluruh jaringan.

macam macam routing protokol

1. RIP (Routing Information Protocol)

RIP adalah protokol yang memberikan informasi routing table berdasarkan router yang terhubung langsung. Kemudian, router selanjutnya akan memberikan informasi ke router selanjutnya yang terhubung langsung dengan router tersebut. Adapun informasi yang diberikan dalam protokol RIP adalah: host, network, subnet, dan route default.
Macam-macam routing protokol RIP ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

RIPv1 (RIP versi 1)
Hanya mendukung routing class-full
Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam data perbaikan routing
Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
Adanya fitur perbaikan routing broadcast

RIPv2 (RIP versi 2)
mendukung routing class-full dan class-less
info subnet dimasukkan dalam data perbaikan routing
mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
ada fitur perbaikan routing multicast

kelebihan dari protokol RIP:
Menggunakan metode “Triggered Update”.
Memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara waktu pada timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link pada jaringan.

Sedangkan, kekurangan dari RIP:
Jumlah host yang terbatas.
Ketika pertama kali dijalankan, RIP hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal / localhost) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.


2. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP adalah sebuah routing protocol yang dikembangkan oleh Cisco Systems Inc. pada pertengahan tahun 1980-an. Tujuan penciptaan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi. IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi default dari protokolnya sendiri adalah 100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam sebuah interkoneksi (Composite Metric, yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability). Protokol ini menggunakan algoritma “distance vector”. Update routing pada protokol ini dilakukan secara broadcast setiap 90 detik.

Berikut ini adalah kelebihan dari protokol IGRP:
Mendukung sampai 255 hop count

Dan berikut ini adalah kekurangan dari protokol IGRP:
Jumlah host yang terbatas
Hanya bisa diterapkan pada router Cisco

3. OSPF (Open Short Path First)
OSPF adalah sebuah routing protocol standar terbuka yang telah diaplikasikan oleh sejumlah vendor jaringan dan dijelaskan di RFC 2328. Protokol ini cocok diterapkan pada jaringan yang memiliki router yang berbeda-beda. COntohnya, jika jaringan komputer Anda memiliki banyak router, dan tidak semuanya adalah router Cisco, maka Anda tidak dapat menggunakan IGRP. jadi pilihan Anda tinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jika jaringan yang dikelola adalah jaringan besar, maka OSPF adalah pilihan protokol satu-satunya agar semua router tersebut bisa melakukan routing.

Berikut ini adalah kelebihan dari protokol OSPF:
Tidak menghasilkan routing loop
mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
bisa menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area
Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat.
dapat diterapkan di semua router merek apapun

4. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
Protokol ini menggunakan algoritma “advanced distance vector” dan menggunakan “cost load balancing” yang tidak sama. Algoritma yang dipakai adalah kombinasi antara “distance vector” dan “link-state”, serta menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek.

kelebihan EIGRP:
Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
Memerlukan lebih sedikit memori dan proses.
Adanya fitur “loop avoidance”

Dan berikut ini adalah kekurangan dari EIGRP:
Hanya dapat digunakan untuk Router Cisco

5. BGP (Border Gateway Protocol)
Sebagai routing protocol, BGP memiliki kemampuan untuk melakukan pengumpulan rute, pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam sebuah jaringan. Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain adalah BGP termasuk ke dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP).
Kelebihan dari protokol BGP ini adalah instalasi yang sangat sederhana. Sedangkan, kekurangan dari protokol ini adalah keterbatasan dalam mempergunakan topologi jaringan.

6. Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)
IS-IS adalah protokol digunakan pada perangkat jaringan komputer yang berguna untuk menentukan jalur terbaik bagi datagram ketika diarahkan ke tujuan. Lebih lengkapnya didefinisikan dalam ISO / IEC 10589 2002 dalam desain referensi OSI.


Sekian blog kali ini saya ucapkan terimakasih

Wassalamulaaikum Wr. Wb

Komentar